by

10 Band 3rd Wave of Indonesian Blackmetal

Tahun 2015 bisa dikatakan sebagai tahun evolusi skena Black metal Indonesia yang lebih mengedepankan kualitas dalam karya

Blackmetal di Indonesia di era 2015 memasuki era baru dengan banyaknya bermunculan band dengan kualitas karya yang diatas rata rata sehingga scene blackmetal Indonesia makin dikenal dikancah internasional ditandai dengan banyaknya karya dari band yang muncul di era ini yang dirilis oleh label mancanegara.

Individu yang menonjol di era ini adalah Daniel Anggria dan Januaryo Hardy. Daniel adalah multi-instrumentalist yang menghasilkan seabreg karya dibalik nama Naatjard, Hordavintra, Enuma Elish dan lainnya. Ryo (Januaryo Hardi) pun adalah orang dibalik Pure Wrath,Insolent, Lament dan proyek Death Metal lainnya ( Perverted Dexterity,Cadavoracity dan lainnya )

Blackmetal di era ini ditandai juga dengan mulai diterimanya band blackmetal lokal di kalangan scene metal nasional. Symbiosis positif ini sebenarnya terjadi ketika para penggiat blackmetal nasional sejak tahun 2010-an giat dengan karya karya yang dahsyat dan monumental menurut catatan kami, gebrakan paling dahysat adalah dengan dirilisnya Vallendusk – Black Clouds Gathering di 2013 lalu.

Jika sebelum tahun 2015, music blackmetal di Indonesia memiliki stigma negative dengan banyak jargon seperti sebutan ‘kasta rendah’, ‘band pocongan’ musik kurang bermutu dan lainnya tapi sejak 2015 scene metal nasional sudah mulai beranjak move on.

Tercatat peran label rekaman lokal yang kembali menggeliat dan merangkul band blackmetal lokal dengan merilis banyak band berbahaya di era ini, tercatat label Hitam Kelam Records milik alm.Boedi Leksono yang banyak merilis band band Blackmetal berkualitas dan memberikan support yang luar biasa pada band yang dinaungi-nya. Dan semangat ini kami coba lanjutkan di Edelweiss records dengan merilis band blackmetal lokal lainnya seperti Thoryvodis. Label lokal yang mensupport gerakan dan perkembangan gelombang ke 3 blackmetal indonesia, seperti RJP – roh jahat production Batam, Deathwish Records – Tulungagung dan tentunya Sadist Records – Bali/Jogjakarta.

Gerilya magazine, kali ini mencoba membuat daftar 10 band yang mengemuka di kurun waktu 3rd wave of Indonesian Blackmetal (gelombang ke 3 blackmetal Indonesia)

Pure Wrath

1. Pure Wrath
Atmospheric Black metal yang mendunia, ya inilah Pure Wrath, one man band yang kini menjadi highlight dari Black metal di Indonesia, dan salah satu yang terbaik. Pure Wrath merupakan projek solo dari Ryo yang berhasil menembus label rekaman internasional Debemur Morti Productions.
Pure wrath merupakan band yang paling menonjol di gelombang ke 3 perkembangan music blackmetal di Indonesia dan bisa dijadikan sebagai lokomotif bagi pengembangan one man band dengan tema atmospheric blackmetal. Pure Wrath pun berhasil membuat karya yang fenomenal dan keluar dari pakem blackmetal nasional yg terkesan monoton.

Natjaard

2. Natjaard
Natjaard adalah produk perwakilan ego dari Daniel Anggria , yang sebelumnya dikenal sebagai penggebuk drum Dry di album Untaian Legam dan juga dikenal sebagai pemain keyboard dari band power metal – Valerian. Karya Daniel di Natjaard menurut hemat penulis lebih bisa mewakili ego nya dibandingkan dengan Hordavinthra, Enuma Elish dan Hailsail. Indonesia memang banyak memiliki orang orang jenius di scene blackmetal dan Daniel adalah salah satunya.

Northorn

3. Northorn
Band gila dari Menado !! Ya inilah Northorn , band yang dikomandoi oleh orang sakit jiwa bernama Stevan Pontoh dengan aksi panggung melukai diri sendiri dengan silet merupakan band perwakilan DSBM yang cukup menonjol di era gelombang ke 3 Black metal Indonesia.
Kualitas music yang baik, komposisi music yang bisa menggiring kita untuk bunuh diri , inilah yang penulis temui di music mereka , benar benar sakit jiwa !!!

Diabolical

4. Diabolical
Bestial blackmetal terbaik di era generasi ke 3 blackmetal Indonesia, inilah Diabolical !!. Walau band ini memang telah aktif sejak lama, namun geliat mereka makin menjadi di tahun 2015 dengan dirilisnya mini album mereka Awaking Inferno oleh Persetan Records, label perpanjangan dari Hitam Kelam . Band ini makin menggeliat dengan dirilisnya full album mereka oleh label Total Death records – Jerman, Salve the goat !!!

Misanthropic Imperium

5. Misanthropic Imperium
Ketika Tony menyatakan mundur dari Ritual Orchestra, penulis bisa menebak arah berikutnya arah bermusik Tony dan benar adanya Tony membuat band yang merupakan reinkarnasi dari Ritual Orchestra namun dikemas menjadi jauh lebih kejam ,itulah Misanthropic Imperium dengan kemarahan yang dituangkan dalam Cawan Amarah.

Soulless

6. Soulless
Sumatera Barat memang ladangnya one man band yang berbakat, dulu Rusuah dan sekarang diwakili oleh Soulless. Soulless berhasil memberikan aura kegelapan, kesedihan, putus asa tak berujung di lagu lagunya. Sebanarnya banyak band band DSBM lain di Indonesia yang cukup baik dan konsisten berkarya seperti Mortt, Gendam, Nikrotek dan lainnya, kami pilih Soulless karena karakter musiknya yang unik dan menurut kami yang ‘paling menderita’ diantara semuanya.

Avhath

7. Avhath
Blackshoegaze, Post Black Metal atau apalah itu genre band ini, tapi Avhath adalah salah satu pengemuka dari genre kelam ini, di era gelombang ke 3 blackmetal indonesia . Band yang muncul mendobrak kebiasaan bahwa band blackmetal harus mengikuti pakem baku A, B, C, D, semakin membuka mata para penggiat blackmetal nasional , bahwa blackmetal memang tidak baku, blackmetal mengikuti perkembangan jaman dan blackmetal sebagai perwakilan genre kelam ini semakin dikenal di kalangan milenial ini, sehingga tak salah AMI menghadiahi mereka sebagai metal hardcore terbaik di tahun 2019 .

Hellucinate

8. Hellucinate
War Black Metal yang dahsyat !! Itulah kesan Pertama ketika menyimak Hellucinate, Band yang berhasil menghajar Akasuka Deathfest Jepang dan beberapa festival metal manca negara ini memang layak masuk sebagai salah satu band Indonesia yang fenomenal di era gelombang ke 3 ini.

Kala

9. Kala
Kelamnya kolaborasi seorang Daniel Mardhany dari Deadsquad dengan Aryo gitaris dan frontman dari Band experimental Metal – Spider Last Moment tercipta di band ini, KALA.
Band yang memang mencoba menggabungkan komposisi dan musik eksperimen ala Deathspell Omega ini memang menarik perhatian penulis dan sejauh ini telah merilis 1 EP dan 1 full album dan kabar terakhir mereka berhasil mendapat penghargaan dari salah satu radio online terkemuka di Indonesia – Extreme Moshpit! Patut ditunggu karya berikutnya dari Kala ini dan ya mereka membuat lirik dengan Bahasa Sumeria di lagu lagunya.

Choria

1o. Choria
Choria adalah band atmospheric blackmetal yang sangat baik dalam membuat dan mengkomposisi karya mereka . Bila kita mengenal band atmospheric blackmetal didominasi oleh one man band ( Pure Wrath, Dusk in Silence dan lainnya ) . Tapi Choria mematahkan dominasi one man band menjadi full band. Album Black Secret Beyond of Nature menjadi landasan utama bagi eksplorasi music mereka selanjutnya , Salut untuk Choria !!