by

BERZIER, War Black Metal Dari Kota Suci

Kudus. Salah satu kota kecil dan suci di Jawa Tengah
tidak mau kalah hingar di kancah permetalan Nusantara.
Sebut Berzier yang berdiri pada tahun 2002 yang di ambil
dari bahasa romawi kuno Berzier berati PUSAKA SUCI.

Dengan formasi awal pada saat itu adalah Azis : Gitar , Jembenx : Bass, Max: Drum, Gentong : vocal memainkan konsep “Dark Simpony Black Metal” dan bertemakan tentang kegelapan, kesunyian, duka, kematian dan kehampaan.

Berzier sempat menyatakan vakum dikarenakan kesibukan masing-masing personil. Dan berkat dukungan dan motivasi dari berbagai pihak Berzier mulai merangkak dan menggeliat kembali dengan Formasi dan konsep baru hingga sampai saat ini tetap ada mengancam skena Black Metal Nusantara.

Berzier secara tegas mengambil Konsep “WAR BLACK METAL” dengan disertai tema sesuai sebutan sub genre tersebut yaitu tentang Perang, Duka, Kegelapan. Sebuah konsep yang lagi naik daun di tahun ini mengalahkan hingar bingarnya orang berbondong bondong ke Gothic.

Album pertama band ini dirilis oleh Jenggala Production pada bulan april 2012 dengan materi penuh berisi 8 lagu super ngebut ala War BM yang sangat kentara dengan influens band-band manca seperti Immortal, Marduk. Line up di album ini ada Wowox: guitar, Lix : drum, Jembenx: bass merangkap vocal.

Kali ini Hestu dari Gerilya berkesempatan ngobrol dengan sang gitaris Berzier Wowox “Deuz”

Hail Berzier… Pa kabar nih rekan-rekan berzier
Baik mas, mumpung lagi pada ngumpul ini…

Langsung aja ya, seperti kita ketahui bahwa Berzier sebelumnya memainkan sub genre black metal Symphonic. Tap sekarang jadi War Black Metal,Sejak kapan kalian masuk ke War BM?
ooh iya…kami mulai ke konsep War BM awal mulai sekitar 8 tahunan yg lalu…ya sekitar tahun 2007 an kami mencoba melirik yang bertemakan perang.

Apa yang membuat kalian tertarik hijrah ke bm sub genre tesebut?
Awal mulai kita menjamah ke konsep itu?…kita mencoba berkonsep yang lebih ekstrim mungkin kalau orang bilang …karena dari sudut pandang kami saat itu kita Cuma komentar “Black Metal kenceng koyoke kok asik ya…”. Setelah kita menyimak dari band yang kita anggap berkonsep itu dan kita mulai belajar di konsep itu, akhirnya oke kita fix hijrah ke War Black Metal.

Ada kesulitan ga dari symphonic ke War BM?
Dari segi kesulitan saya rasa tidak terlalu sih…Cuma saat itu kita lebih belajar mencover lagu orang sambil menciptakan materi untuk konsep tersebut..dan kita live stage pun hampir satu tahun membawakan lagu orang.


Tahun 2012 kalian melepas album “Battle warrior” yang super sadis. Cerita dong tentang album ini.
Mmm sebenarnya tidak ada cerita yang kami anggap menonjol di album ini…seperti band2 pada umumnya kita sharing materi yang ada, kita kumpulkan beberapa materi dan waktu itu kita coba menawarkan ke Jenggala prod sidoarjo. Dan materi yang kita tawarkan juga hasil live… dan saat itu kita bermaksud untuk record ulang tapi pihak jenggala malah sudah cocok dg record live tersebut…akhirnya di rilis juga saat itu

Berarti itu live record ya, seperti bicara jujur tanpa drum mesin padahal punya drummer manusia hahaha….sadiis… Oya Lagu dekapan sang duka sepertinya di persiapkan untuk hits ya…semacam lagu andalan di album itu, bercerita tentang apa lagu tersebut?
Sebenarnya ga ada yang kita “hits”kan, atau kita andalkan di album ini …kami anggap rata saja, biar orang lain yang menilai…dan sebenarnya ga ada cerita atau kita tujukan pada apa dan siapa di lagu tersebut juga lagu yang lainnya… kita saat itu awal mulai ya seperti anak-anak kampung pada umumnya ngobrol ngopi genjrang genjreng tiap malam dan spontan tercipta materi dan lyric dari lagu kami ini…kalau kita bilang “sing penting mambu ono perange yo cah hahaha…”. (yang penting berbau ada perangnya ya bro –red). Maklum saat itu kami baru mulai belajar hehehe

Kenapa ada dua lagu Dekapan sang duka?
Sebenarnya itu sama…Cuma satu live record dan 1 track record…awalnya yang akan kita masukin album cuma salah satu…tetapi pihak Jenggala meminta suruh masukin semuanya…ya sudah kita manut saja

Tentang perang juga kah?
Tidak terlalu ke perang di lagu tersebut

Dan juga Sengketa perang…seperti berbau politik hahaha
Hahahaha mmm politiik??? kita tidak menjamah area politik pada saat itu…tapi ya kita kembalikan semua ke pendengar saja bagaimana orang lain menyikapi lyric lagu tersebut

Sebenarnya apa sih yang ingin kalian sampaikan dalam kalian bermusik di album-album Berzier kemarin dan yang akan datang?
Di materi album ke dua nanti kita ambil tema tentang alam kehidupan dan perang tentunya… Dari alam, kita lihat betapa rusaknya alam pertiwi ini yang banyak orang bersedih dari rusaknya alam kita… Dari kehidupan, bagaimana kita menjalani hidup dengan baik dan bermakna.
Dan perang atau perkelahian dan lain2 tidak bias menyelesaikan masalah… dan kesimpulan nanti mungkin mari kita jaga alam kita dan menata hidup yang lebih baik tanpa ada pertumpahan darah

Tapi Bukannya kita sudah tidak berperang adu senjata? Atau perang yang bagaimana? (pertanyaan bodoh ya hahaha)
Iyaa bener kita tidak berperang adu senjata. Tetapi bagaimana orang diluar sana apa-apa ber “egois” tinggi tanpa memikirkan nasib orang-orang yang merasa dirinya tertindas dari hal-hal apapun…dan utk adu senjata kita masih sering melihat, tidak usah saya bilang di luar negeri. Di beberapa suku di Indonesia kita masih mendengar berita-berita tentang perang senjata. Dan mereka benar-benar berperang dan tanpa mereka sadari mereka berperang melawan saudaranya sendiri.


Album ke dua..hhmmmm menarik nih tentang alam… Sekarang tema black metal kita sepertinya sedang mengarah kesana, sangat berbeda dengan gelombang pertama serbuan band black metal dahulu yang rata2 bersatanik dan anti kris…pendapat berzier?
Sebenarnya kita sudah lama menerapkan tema itu ketika berzier masih ber symphonic ria.
Tergantung dari band nya sendiri bagaimana mereka menciptakan materi tentang mereka dan itu hak-hak mereka sendiri…selagi mereka bilang satanic atau anti kris…toh kenyataan dalam kehidupan sehari-hari mereka sama sekali tidak menjalani hal tersebut…kebanyakan dari band local kan seperti itu…yang penting saya atau mereka bisa berkarya dengan baik

Kita rasa isu seperti itu sudah ga penting dan biarkan band tersebut yang bertanggung jawab akan karyanya…kembali ke Alam (not bang Alam ya ), seperti kita ketahui baru saja hutan merbabu terbakar oleh ulah manusia yang “katanya” pecinta alam…apakah berzier juga tertarik untuk marah atau itu malah diluar wilayah berzier?semacam itukah tema alam yang kalian maksud?
Ya kami dengar itu… dan baru saja tadi saya dan kawan-kawan pecinta alam membahas hal tersebut. Rencananya beberapa kawan perwakilan akan berangkat ke wilayah merbabu untuk melihat langsung dan mencari tau info dari warga lereng merbabu. Untuk lantang marah dari mulut saya mungkin tidak ada gunanya bagi saya…saya lebih bisa mengatakan kalo orang bilang mung batin kok iso ngasi ngono (kok bisa sampe gitu –red).

Semacam itukah tema alam yang kalian maksud?
Kita tidak membatasi alam dimanapun itu… termasuk tentunya di Indonesia sendiri… ya mungkin banyak hal yang mungkin nanti bisa kita terapkan di album ke dua

Gimana pendapat kalian untuk kemajuan band BM saat ini. Banyak band BM local yang mulai diterima di International?
Wah menurutku itu sangat bagus dan kemajuan yang sangat bagus kalo saya bilang. Band BM local bisa menembus pangsa pasar dunia dan tentunya itu dari kerja keras rekan-rekan penggiat band tersebut dan juga label,distro,magazine local yang tidak kalah penting dan sangat berperan besar dalam kemajuan band local. Semacam kalian (Gerilya –red) ini sangat penting bagi penikmat music metal lokal.

Apa Berzier ada rencana juga untuk memperluas invasi kalian ke sana?
Kalau disebut rencana untuk hal seperti itu pasti ada. Mungkin setiap band juga punya rencana atau hal yang sama untuk kemajuan sebuah band.

Iya, apalagi jaman sekarang sangat banyak kemudahan jalan. Tinggal gimana manajemen si band tersebut melangkah. Oke Berzier, udah malam ih, kopi udah habis 2gelas, thanks atas waktunya untuk Gerilya. Last words kritik saran buat Gerilya Magazine.
Oke bro…sama-sama saya dan kawan-kawan Berzier juga sangat berterimakasih. Sukses untuk Gerilya Magazine

Ditunggu album keduanya
Insya Allah semoga lancar…amiin


Artikel ini pernah dimuat di GERILYA MAGAZINE Edisi 14 Tahun 2017