Desember 2021, NEOPTERYX Akan Rilis Album “From Animal Slaughter Environmental Holocaust”

NEOPTERYX terbentuk pada tanggal 12 Oktober 2020, yang terdiri dari para personil aktif dan eks monster grindcore Indonesia, TENGKORAK.

Mereka adalah: Sutan Heila Tanisan: Guitar (eks guitaris TENGKORAK dan TRAUMA), Adam Mustofa (Adonx): Vocal (eks guitaris TENGKORAK 1993-1996), Haryo Radianto (Yoyok): Guitar/Backing Vocal (masih aktif sebagai guitaris TENGKORAK), Doni Rimata: Drum (masih aktif sebagai bassist TENGKORAK) dan Danang Budhiarto: Bass (eks bassist TENGKORAK 1993 -2012).

Band ‘the old generation of grind’ ini tetap berkonsentrasi di jalur musik Grindcore dengan menambah sentuhan death metal.

NEOPTERYX berkomitmen untuk terus berkarya mengkampanyekan gerakan stop illegal trade wildlife, prokes virtual stage, harmonisasi tatanan sosial dan perdamaian, edukasi masyarakat akan toleransi, serta potensi biodiversity dan taman nasional Indonesia sebagai tujuan wisata.

Meski NEOPTERYX baru berusia satu tahun, namun pergerakannya terbilang sadis. Ini dibuktikan dengan persiapan album perdana mereka yang berisi 8 lagu sudah mencapai tahap mixing dan mastering.

Lagu-lagu tersebut adalah Save Wildlife (when the buying stops the killing can too), Panggung Virtual/Virtual Stage, Hiding Behind Weakness, Konco brutaL, Ambigu, Bali Contemplated, The Indonesian komodo dragon (Varanus komodoensis), dan Extraordinary Meditator.

Ke 8 lagu ini akan dikemas dengan titel “From Animal Slaughter Environmental Holocaust” yang akan dirilis pada akhir tahun ini dibawah label Maxima Pro dalam format kaset dan awal tahun 2022 nanti dalam format CDnya.

Beberapa lagu-lagu NEOPTERYX pun sudah bergema di skena metal mancanegara, yang diputar di radio-radio Amerika latin, seperti Paraguay, Uruguay, Venezeula, Brazil hingga Spanyol bersama-sama grup band-band metal dalam dan luar negeri.

Dan lagu “Save Wildlife (when the buying stops the killing can too)” telah dirilis dalam video klip pada akun youtube NEOPTERYX pada 17 Agustus 2021 lalu.

BACA JUGA :  PULASARA Rilis Single "Engkau Telah Pergi"

Dalam klip ini NEOPTERYX bercerita tentang penyelamatan satwa liar, yang mana hal ini bukanlah hajat satu negara saja, melainkan merupakan hajat seluruh negara di dunia terutama yang memiliki keanekaragaman hayati biodiversity yang melimpah. Menyelamatkan kehidupan alam liar dan habitat-habitatnya  sama juga menyelamatkan bumi, let’s save the earth from an unfit earth to a fit earth.

For more info:

Facebook: Neopteryx

Instagram: @neopteryx_death_grind 

Related posts