by

SIC MYNDED Rilis Single “Just Another Day”

“Just Another Day” dari SIC MYNDED Sebuah single baru bercorak Dark New Wave untuk menyambut Bright New Year Jakarta, 17 Desember 2021, Hari ini, Sic Mynded, band beraliran electronic-industrial, meluncurkan sebuah single baru berjudul “Just Another Day”.

Band yang digawangi oleh Oddie Octaviadi, Marcell Siahaan, Adra Karim, Aldi Pagaruyung dan Gatot Alindo kali ini menampilkan nuansa genre Dark New Wave yang dibalut dengan beat electronic industrial. Dari segi lirik, “Just Another Day” bercerita mengenai isu kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri yang diambil dari pengalaman pribadi sang frontman, Oddie.

Lagu “Just Another Day” ini aslinya ditulis oleh Oddie dan Rudi Sudjarwo di tahun 1995 dan sempat dikeluarkan dalam album pertama Sic Mynded. Di tahun 2021 ini lagu ini lahir kembali dengan aransemen dan nuansa yang sangat berbeda sebagai hasil dari racikan Marcell Siahaan sang drummer yang juga merangkap sebagai produser.

Lagu ini diperkarya dengan lapisan-lapisan suara synth dan keyboards dari Adra Karim, licks gitar dari Gatot Alindo, dijaga groove-nya oleh pemain bass Aldi Pagaruyung dan diisi vokal oleh Oddie Octaviadi.

Walau sudah hampir 2 tahun dunia terdampak oleh pandemi dan menyebabkan para musisi Indonesia terhambat aktivitasnya, Sic Mynded terus berusaha mencari cara agar dapat produktif di tengah segala keterbatasan dan terbukti berhasil menelurkan album penuh, mini album, 3 single, dan 3 music video di periode awal 2020 sampai awal 2021.

(kiri ke kanan: Adra Karim, Marcell Siahaan, Oddie Octaviadi, Aldi Pagaruyung, Gatot Alindo)

Lagu “Just Another Day” ini juga berhasil dikerjakan bersama hampir sepenuhnya secara remotely mengandalkan jaringan internet dan aplikasi yang sesuai untuk tidak hanya berbagi file rekaman tapi juga secara live dan real-time mendengarkan hasil mixing sang engineer Yusuf Effendi Hadiyanto dari lokasi yang berbeda-beda melalui aplikasi.

“Isu mental health menjadi salah satu topik yang banyak dibicarakan di saat pandemi ini dengan terdampaknya banyak orang bukan hanya dari segi ekonomi dan fisik tapi juga psikis atau mental mereka. Ketika berencana untuk membuat ulang lagu “Just Another Day”, saya memutuskan untuk mengganti sebagian besar lirik aslinya yang berbahasa Inggris menjadi Bahasa Indonesia, agar cerita mengenai pengalaman menghadapi masalah kesehatan mental ini dapat lebih mudah tersampaikan. ” ujar sang vokalis, Oddie.

Oddie melanjutkan “Semua lirik yang saya tulis untuk Sic Mynded hampir seluruhnya berdasarkan pengalaman atau observasi pribadi. Termasuk juga pengalaman menghadapi titik terendah dalam hidup yang mendorong keinginan untuk melakukan bunuh diri. Bukan topik yang ringan dan mudah untuk diangkat, tapi saya berharap dari penggemar Sic Mynded yang mungkin sedang menghadapi masalah yang sama, baik diri mereka sendiri maupun orang terdekat mereka, bahwa kita dapat saling menolong sesama keluar dari kesulitan ini. Paling tidak, itu yang saya alami.”


Sebuah video klip untuk lagu ini pun telah diluncurkan dan dapat disaksikan di kanal YouTube.com/SicMynded. “Just Another Day” diharapkan dapat menjadi single untuk menutup “era suram pandemi” dan menyambut tahun baru yang penuh harapan di mana Sic Mynded dan band-band lainnya dapat kembali menjalankan aktivitas berkarya dengan bebas.

Temukan single “Just Another Day” di layanan streaming seperti Spotify, Resso, Langit Musik, Joox,
Apple Music, YouTube Music, Deezer, dan lain-lainnya.

Sejarah Singkat Sic Mynded 1993-Sekarang
Sic Mynded didirikan di tahun 1993 di kota San Diego, negara bagian California, Amerika Serikat, oleh dua orang anggota asli, Rudi Soedjarwo dan Oddie Octaviadi. Kala itu, Sic Mynded sangat dipengaruhi oleh genre Industrial Metal, Electronic Music, dan bahkan sedikit unsur Death Metal. Mereka memproduksi demo pertama mereka berjudul “Room 99” di penghujung tahun 1993 yang berisi tiga buah lagu.

Kaset demo ini dicetak sebanyak 1.000 buah dan berhasil disebar di berbagai kota di Amerika dan menjadikan batu loncatan untuk kerjasama lebih lanjut. Di awal tahun 1994, Sic Mynded merekam dan mendistribusikan kaset mini EP yang berisikan 5 lagu dengan pengaruh Industrial Metal yang semakin kental.

Kaset self-titled mini EP yang akhirnya berhasil membuahkan tawaran rekaman dan distribusi dari sebuah label rekaman independen, Regarding Records, dari kota San Francisco. Oddie dan Rudi langsung bergegas menulis
berbagai lagu baru dari pertengahan 1994 hingga awal 1995. Album bertajuk “Insight” dirilis di penghujung 1995 dengan 10 lagu baru yang berhasil memadukan berbagai genre dalam balutan nuansa Industrial Metal.

Di bulan Februari 1999, album “Insight” dirilis ulang untuk pasar Indonesia dengan tambahan berbagai materi baru dan dengan judul baru “Jelaga”, oleh Rotorcorp, sebuah sub-label dari Musica Studio. Sebuah video klip untuk lagu “Jelaga” pun dibuat sendiri oleh Rudi dan Oddie. Album ini mendapatkan sambutan yang baik dari audiens Indonesia, sehingga Sic Mynded banyak muncul di berbagai media cetak, radio, dan TV, termasuk MTV Asia dan berbagai kanal TV lokal yang menayangkan video klip “Jelaga”.

Di penghujung 1999, Sic Mynded mendapatkan nominasi dari acara AMI (Anugerah Musik Indonesia) untuk kategori
Best Electronic Duo / Group.

“Ketidaksempurnaan”, album ke-3 dirilis di Indonesia pada bulan September 2003 oleh Staria Music Indonesia tanpa keikutsertaan Rudi yang saat itu sedang berfokus penuh pada karirnya sebagai seorang sineas. Lagu-lagu dari album ini tetap mengusung campuran antara music elektronik dengan raungan gitar metal.

Video klip single “Ketika Dunia Berhenti Berputar” diproduksi dan mendapatkan frekuensi pemutaran yang tinggi di MTV Indonesia. Sic Mynded juga banyak melakukan penampilan di media. Namun, Sic Mynded pun memutuskan untuk masuk masa hibernasi ketika Oddie memutuskan untuk bergabung dan menjadi frontman dari Getah, sebuah band Gothic Rock, ketika ia kembali ke Indonesia pada tahun 2006.

Oddie memimpin Getah hingga penghujung tahun 2018. Ketika mesin industrial itu kembali dinyalakan Di tahun 2017, Marcell Siahaan, penyanyi pop dan jazz terkenal di Indonesia, memproduseri reka ulang lagu “Ketika Dunia Berhenti Berputar”. Lagu ini dirilis pada platform musik streaming di tahun 2018 sebagai bagian dari proyek EP dari Marcell
“Menurut Saya”.

Single ini pun mendapatkan nominasi dari Anugerah Musik Indonesia (AMI) di tahun yang sama. Peluncuran single ini menjadi titik penting dari kembalinya Sic Mynded sebagai sebuah band. Kurang lebih di saat bersamaan, adalah reuni
dari Oddie dan Rudi yang langsung saja menghasilkan ide-ide lagu baru Sic Mynded dan hingga terbentuknya Sic Mynded sebagai band lengkap lagi di penghujung 2019 dengan anggota Marcell Siahaan (drums, synth), Gatot Alindo (guitars), Adra Karim (synth) dan Aldi Pagaruyung (bass). Ke-6 musisi ini menemukan kebebasan berekspresi secara penuh dalam Sic Mynded. Kolaborasi dari formasi baru ini menghasilkan single “Peace Within” yang diluncurkan di Februari 2020.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sic Mynded dapat menghubungi
Media Relations: Sam Alatas +62818-0841-8814, Booking: Balian Panjaitan +62856-7660-881
Email: sicmynded2020@gmail.com | YouTube: Sic Mynded | Instagram @sicmynded | Facebook Page Sic Mynded | Twitter @SicMynded2020